Langsung ke konten utama

Postingan

Mikrotik sebagai MRTG / Graphing

Mikrotik sebagai MRTG / Graphing Graphing adalah tool pada mokrotik yang difungsikan untuk memantau perubahan parameter-parameter pada setiap waktu. Perubahan perubahan itu berupa grafik uptodate dan dapat diakses menggunakan browser. Graphing dapat menampilkan informasi berupa: * Resource usage (CPU, Memory and Disk usage) * Traffic yang melewati interfaces * Traffic yang melewati simple queues Cara Mengaktifkan fungsi graping Klik menu Tool >Graphing>Resource Rules Adalah mengaktifkan graphing untuk resource usage Mikrotik. Sedangkana allow address adalah IP mana saja yang boleh mengakses grafik tersebu,. 0.0.0.0/0 untuk semua ip address. Klik menu Tool>Graphing>Interface Rules Adalah mengaktifkan graphing untuk monitoring traffic yang melewati interface, silahkan pilih interface yg mana yang ingin dipantau, atau pilih “all” untuk semua. Graphing terdiri atas dua bagian, pertama mengumpulkan informasi/ data yang kedua menampilkanya dalam format web. Unt...

Membangun Hostpot Mikrotik Dan NanoStation

Saya sebenarnya lagi iseng saja, mencoba coba hotspot dengan pemancar radio wireless ubiquiti nanostation2. Dan menggunakan routerboard 1200. Kalau mau lebih murah pake routerboard seharga 450ribuan pun bisa, seperti routerboard 750 atau rb 750G. Hanya kebetulan saja saya ada rb1200 nya mikrotik. Langkahnya tidak saya detailkan disini, karena waktu yang mepet untuk experiment selanjutnya, sekalian mengajak anda agar mampu bepikir lebih logis dan sistematis :D Pertama, remote Radio wireless ubiquitinya dan setting wireless modenya sebagai ACCESSPOINT WDS dan pilih Chanel 11 atau chanel mana sja yang anda suka, kemudian klik tombol change. Langkah kedua, ini sih tidak terlalu perlu. Pada tab Network -> Setting ip lokalnya misalnya saya buat: 192.168.1.20 dan pada network mode : pilih BRIDGE. Kemudian klik tombol change. Kabel output yang bertuliskan lan dari adaptor ubiquiti colokkan ke port 2 /ether2 routerboard misalnya, dan kemudian setting ip ether2 pada routerboard: 192.168....

Setting Speedy pada Modem ADSL TP-Link TD-8817

Anda menggunakan Modem TP-Link untuk koneksi speedy Anda? Pengen tahu cara setting nya? Ya, siapa tahu bagi rekan-rekan yang seneng ngoprek tapi kelupaan bikin backup settingnya.. ga usah panik. Tinggal Anda reset modem Anda dan ikuti artikel berikut ini, insyaallah berhasil. Kali ini saya akan paparkan cara setting koneks speedy menggunakan modem TP-Link TD 8817 yang sering digunakan Telkom. Sebelum berlanjut, saya ingin ingatkan pengetahuan dasar tentang modem terutama yang diterapkan pada mainan kita kali ini, TPLINK TD-8817. Pada dasarnya modem menjalankan tugasnya dalam (minimal) 3 mode konektivitas: Koneksi berbasis IP Address: maksudnya, pengguna terkoneksi dengan jaringan internet dengan diberi IP khusus oleh pihak ISP. Ada dua turunan dari mode ini: - Dynamic IP Address (DHCP): di sini IP diatur oleh pihak ISP dan diperoleh secara otomatis oleh modem. Modem otomatis akan meminta dan pihak ISP akan merespon dengan memberi IP Address. - Static IP Address: Pihak...

script untuk anti ddos dan netcut di mikrotik

MikroTik merupakan salah satu router yang cukup handal untuk menangani kebutuhan di jaringan Anda. Dengan beberapa fitur diantaranya management bandwidth, ip firewall, web proxy, loadbalancing server membuat MikroTik banyak digunakan sebagai router di Warnet, Kantor, RTRW Net, sekolah, dan di perumahan. Di bawah ini saya akan sedikit berbagi script untuk mengamankan MikroTik dari port scanner, DDOS dan netcut. Anda tinggal copy pastekan script di bawah ini pada Terminal Winbox Anda, dan MikroTik Anda akan bertambah tebal dinding keamanannya. No system was secure, so pelajari terus security di MikroTik Anda!! Scriptnya: /ip firewall filter add action=add-src-to-address-list address-list=DDOS address-list-timeout=15s \ chain=input comment="" disabled=no dst-port=1337 protocol=tcp add action=add-src-to-address-list address-list=DDOS address-list-timeout=15m \ chain=input comment="" disabled=no dst-port=7331 protocol=tcp src-address-list=knock add action=add...

Konfigurasi Dasar Bonding Interface pada MikroTik

memanfaatkan hardware/resource yang ada saat ini sebisa mungkin, gw jadi sering posting tutorial konfigurasi MikroTik nih :-D ( system requirement-nya tidak terlalu berat soalnya), salah satu konfigurasi yang baru-baru ini gw coba itu Bonding Interface di MikroTik. Kalau yang pernah ikut sertifikasi CCNA seharusnya pernah denger istilah link aggregation yang fungsinya menggunakan menghubungkan 2 Switch dengan menggunakan 2 port disetiap switchnya untuk saling terhubung sehingga bandwidth antar switch menjadi lebih besar. Nah, pada MikroTik (berlaku RB dan PC Router ) juga ada fitur seperti itu namanya Bonding Interface, menggabungkan 2 port menjadi 1 port bonding dengan bandwidth yang lebih besar dengan syarat pada MikroTik satu sisinya juga harus di konfigurasi Bonding Interface. contoh Skema jaringan dari konfigurasi tutorial ini : ether1 ================ ether1 MikroTik1 Bonding MikroTik2 ether2 ================ ether2 Menghubungkan port tersebut bis...

Konsep OSPF dan Cara Settingnya

Setelah membahas sekian banyak jenis routing protokol yang umum digunakan dalam jaringan, kali ini yang akan dibahas adalah sebuah routing protokol yang paling terkenal dalam dunia jaringan lokal berskala menengah hingga besar. Khususnya para administrator jaringan berskala menengah sampai besar, paling tidak pernah mengenal routing protokol yang satu ini walaupun belum pernah mengimplementasikannya. Routing protokol ini bernama Open Shortest Path First atau yang lebih sering disebut dengan nama OSPF. Mengapa dikatakan paling terkenal? Yang menyebabkan OSPF menjadi terkenal adalah karena routing protokol ini notabene adalah yang paling cocok digunakan dalam jaringan lokal berskala sedang hingga enterprise. Misalnya di kantor-kantor yang menggunakan lebih dari 50 komputer beserta perangkat-perangkat lainnya, atau di perusahaan dengan banyak cabang dengan banyak klien komputer, perusahaan multinasional dengan banyak cabang di luar negeri, dan banyak lagi. Mengapa dikatakan paling coco...

Setting DHCP Mikrotik

Sekarang kita coba membuat DHCP server dengan mikrotik, tujuannya adalah memberikan otomatis IP address pada PC client kita. Jadi kita ngga perlu pusing pembagian IP pada masing-masing PC, coba anda bayangkan jika PC client anda ada 200 PC yang harus mempunyai IP untuk bisa terhubung dengan mikrotik anda. Quick Start Pertama buat IP Pool, yaitu range IP yang bisa digunakan oleh server DHCP anda. Untuk case ini PC akan diberikan ip dari 192.168.0.2 sampai 192.168.0.254, berarti ada 253 PC yang bisa dihandle server DHCP. /ip pool add name="dhcp_pool" ranges=192.168.0.2-192.168.0.254 Lalu setting DHCP mikrotik anda pada /ip dhcp-server /ip dhcp-server add address-pool=dhcp_pool authoritative=after-2sec-delay bootp-support=static disabled=no interface=ether2 lease-time=3d name="dhcp_server" Setting diatas menjelaskan bahwa server anda menggunakan address pool dgn nama “dhcp_pool” dan menggunakan “ether2″ untuk interface yang digunakan mikrotik (interface t...